Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Prof Sri Raharjo : “UPF Kerap Timbulkan Salah Persepsi di Masyarakat”
Yogyakarta — Forum diskusi nasional mengenai miskonsepsi Ultra Processed Food (UPF) merekomendasikan pentingnya komunikasi publik yang lebih tepat dan berbasis sains dalam menyampaikan isu pangan olahan kepada masyarakat. Rekomendasi tersebut dihasilkan dari Focus Group Discussion (FGD) di Universitas Gajah Mada pada Jumat (13/2).
Salah satu poin penting yang disepakati adalah perlunya penggunaan istilah yang lebih tepat dalam komunikasi publik guna menghindari kebingungan dan stigma negatif terhadap pangan olahan.
Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Prof. Sri Raharjo, menyampaikan bahwa istilah UPF kerap menimbulkan salah persepsi di masyarakat.
“Pangan olahan tidak seharusnya dipandang negatif hanya karena melalui proses. Yang menentukan kualitasnya adalah komposisi, pengawasan, dan kesesuaian dengan kebutuhan gizi. Oleh karena itu, istilah yang digunakan dalam komunikasi publik harus lebih tepat dan tidak menimbulkan stigma,” ungkap Sri.
Forum juga menegaskan bahwa pemanfaatan pangan olahan tetap dapat menjadi solusi dalam penyediaan gizi yang aman dan terjangkau, selama diformulasikan dan diawasi secara ketat.
Ke depan, hasil FGD ini akan menjadi bahan penyusunan rekomendasi kebijakan dan materi edukasi publik guna memperkuat literasi gizi masyarakat serta mendukung keberhasilan program MBG secara berkelanjutan.
Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional
(Red)

Demi 1,4 Juta Penerima MBG, BGN Buka Hampir 1000 Dapur di Daerah 3T
Kepala BGN : SPPG Yang Tak Penuhi Standar Akan Ditindak Tegas
Program MBG Jadi Instrumen Strategis Membangun Generasi Indonesia Emas 2045
Pemerintah Pastikan Pergantian Pimpinan BGN Tak Ganggu Pelaksanaan Program MBG
Ini Fitur Penting dalam Aplikasi Reviu MBG, Sistem Baru BGN Jaga Kualitas Makan Bergizi Gratis
Tegas Tangani Perundungan, Telkom University Tetapkan Sanksi Bagi Empat Mahasiswa
Telkom Gaspol Program Streamlining, TelkomGroup Makin Fokus Pada Bisnis Inti
Resmi Spin-Off, InfraNexia Jadi Katalis Pertumbuhan TelkomGroup dan Penguat Ekosistem Digital Indonesia